Wakaf Butta Salewangang Maros adalah gerakan wakaf untuk memakmurkan masjid dan membangun peradaban dari Maros untuk Indonesia.
Wakaf Butta Salewangang Maros merupakan lembaga wakaf yang berfokus pada pengelolaan wakaf produktif sebagai solusi ibadah, sosial, ekonomi, dan kesehatan umat.
Nama Butta Salewangang bermakna tanah yang subur, damai, dan sejahtera. Filosofi ini menjadi ruh gerakan kami: subur wakafnya, makmur masjidnya, bangkit generasi emasnya.
Menjadikan Maros sebagai Kota Wakaf Kelas Satu dan pusat lahirnya peradaban berbasis wakaf untuk Indonesia.
• Menggerakkan literasi dan praktik wakaf produktif.
• Memakmurkan masjid sebagai pusat ibadah, sosial, dan ekonomi.
• Menghadirkan dampak nyata di bidang sosial, ekonomi, dan kesehatan umat.
Filosofi “Subur Wakafnya, Makmur Masjidnya” lahir dari kesadaran bahwa wakaf merupakan salah satu instrumen ibadah sosial yang memiliki potensi besar dalam membangun kesejahteraan umat apabila dikelola secara amanah, profesional, dan berkelanjutan.
Wakaf yang disuburkan bukan hanya bermakna banyaknya harta yang diwakafkan, tetapi bagaimana harta tersebut diolah, dikembangkan, dan diarahkan agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas. Ketika wakaf dikelola secara produktif, maka manfaatnya tidak berhenti pada satu generasi, melainkan terus mengalir sebagai amal jariyah yang berdampak jangka panjang.
Masjid sebagai pusat wakaf memiliki peran strategis dalam kehidupan umat. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat pendidikan, sosial, ekonomi, dan kesehatan. Oleh karena itu, masjid yang makmur adalah masjid yang mampu hadir sebagai solusi atas permasalahan umat di sekitarnya.
Subur wakafnya berarti tumbuhnya kesadaran, partisipasi, dan pengelolaan wakaf yang sehat. Makmur masjidnya berarti masjid berdaya, mandiri, dan mampu memberi manfaat nyata bagi jamaah dan masyarakat.
Kabupaten Maros memiliki sejarah panjang sebagai wilayah yang dikenal subur, damai, dan sejahtera. Dalam catatan sejarah Sulawesi Selatan, Maros merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Marusu yang pernah mencapai masa kejayaan, dengan masyarakat yang hidup makmur lahir dan batin.
Kesuburan tanah, hasil pertanian yang melimpah, serta kehidupan sosial yang harmonis menjadi ciri utama wilayah ini pada masa lalu. Nilai-nilai kebersamaan, keagamaan, dan kepedulian sosial tumbuh kuat di tengah masyarakat, menjadikan Maros sebagai daerah yang memiliki fondasi peradaban yang kokoh.
Namun seiring perjalanan waktu, tantangan sosial dan ekonomi mulai dirasakan oleh masyarakat. Ketimpangan kesejahteraan, menurunnya peran masjid dalam pemberdayaan umat, serta kurang optimalnya pengelolaan potensi wakaf menjadi persoalan yang perlu dijawab secara kolektif.
Wakaf Butta Salewangang hadir sebagai ikhtiar untuk menghidupkan kembali semangat kesejahteraan tersebut melalui gerakan wakaf produktif. Dengan menjadikan masjid sebagai pusat kebangkitan umat dan wakaf sebagai instrumen utama, diharapkan Maros kembali tumbuh sebagai wilayah yang subur wakafnya, makmur masjidnya, dan sejahtera masyarakatnya.
Menjadikan Maros sebagai Kota Wakaf Kelas Satu dan pusat lahirnya peradaban berbasis wakaf untuk Indonesia.
Wakaf tidak hanya dikumpulkan, tetapi dikelola untuk keberlanjutan.
Setiap program diarahkan untuk manfaat jangka panjang umat.